VG : Catherine Lore 5, Caleste & Vox Lore 9: Paragon Catherine Tier III (Bahasa Indonesia)

Catherine Lore 5: Paragon Catherine Tier III

Caleste & Vox Lore
Paragon Catherine III

Storm Queen dan sekutunya duduk di atas kuda-kuda mereka di luar benteng dari Mont Lille, dalam keadaan yang tidak menguntungkan karena tidak bisa masuk kedalam ibu kotanya sendiri.

Para pemberontak telah menyerbu dengan pesawat terbang saat Storm Queen berpergian seminggu. Sekarang para pemanah, telah berbaris, mengenakan seragam yang tidak kompak dan compang-camping. Meskipun memiliki keuntungan, para pemanah gemetaran melihat Storm Queen dan Perisai Queen di sampingnya, seorang wanita yang namanya telah terlupakan selama masa-masa damai. Tidak ada yang ingat dengan wajahnya. Dia telah menua, atau tidak, di balik topeng perangnya. Kisah dari Perisai Queen telah menjadi legenda yang luar biasa. Ular-ular pada topengnya, dikatakan, akan hidup dan menyergap musuh dengan taring berbisa; ketika lagu dinyanyikan musuh-musuh akan berubah menjadi batu ketika melihat topeng itu.

Para pemberontak diwakili tiga pengendara kuda dengan bendera untuk melakukan perundingan. Storm Queen maju hanya dengan Perisainya. Tiga pengendara kuda dari pemberontak itu adalah penyihir perang Gythian, jenderal dari Lionne dan perempuan muda berambut emas dengan sebuah tongkat.

“Hari ini, kau menjawab untuk kejahatan perangmu,” kata penyihir perang. “Ratu yang sebenarnya telah mengambil alih Mont Lille.”

Seekor gagak berpindah pada bahu Storm Queen dan menggerakkan kepalanya. “Ah, dia seperti ibunya pada umurnya. Hanya dengan melihat sekilas. Bertahun-tahun orang-orang Gythia memata-matai dan hasilnya … ini? penyihir perempuan tanpa ibu dan kumpulan pemberontak?”

“Penyihir perempuan yang telah mengambil alih Mont Lille,” Storm Queen berkata. Kuda-kuda mendengus dan ketakutan, angin meniup kerudung hitam Storm Queen.

“Kau mungkin bisa mewarisi tahtaku, karena sesuai hukum itu sah, ketika aku sudah mati. Tapi sangat menyedihkan karena kau tidak akan bisa membunuhku!” tangis Storm Queen, dan suara ratusan halilintar menyambar, gagak-gagak terjun seperti tombak yang hidup.

Perisai Queen memegang pinggang penyihir muda, mengangkatnya dari kuda dan mengeluarkan gelembung Stormguard melindungi mereka berdua. Sambaran listrik menusuk gelembung dan dipantulkan, menyambar balik Storm Queen yang telah mengeluarkannya. Panah-panah juga menghujani dalam kekacauan, namun hanya memantul kembali pada pemanahnya. Gagak-gagak menyerang permukaan gelembung merah tua itu, bulu-bulu meledak kesegala arah.

Storm Queen jatuh dari kudanya dan tergeletak di tanah, gemetaran karena sengatan listrik. Dia bahkan tidak mampu menjerit kesakitannya.

Perisai Queen melepas penyihir pemberontak dan menurunkannya dari kuda, berdiri di depan Storm Queen yang merintih. Penyihir muda itu menyipitkan matanya dan menatap topeng Perisai. “Aku tidak salah mempercayaimu, Catherine. Kejahatanmu … dimaafkan.”

“Aku masih memiliki satu hal untuk dilakukan,” suara dibalik topeng.

“Tapi kau adalah Perisaiku,” rintih wanita yang tersetrum.

“Bukan,” kata Catherine. “Aku adalah Perisai dari Queen.” Pedang mencuat dari perisainya, membelah tulang, mengoyak jantung Storm Queen.

“Hidup sang ratu,” dia berbisik, dan jika dia menagis, tak ada yang tahu.

Translate by UUL
Official Lore : http://www.vainglorygame.com/news/paragon-catherine-tier-iii-reveal/

queencee telkomsel
VG : Catherine Lore 5, Caleste & Vox Lore 9: Paragon Catherine Tier III (Bahasa Indonesia) | sirot | 4.5